Wednesday, November 7, 2007

Tanggapan terhadap pernyataan Ketua BPK

Ketua BPK Anwar Nasution dalam beberapa surat kabar nasional (antara lain Media Indonesia dan Rakyat Merdeka) tanggal 2 November 2007 menyatakan bahwa kasus MI-17 adalah hasil pengembangan dari audit yang dilakukan oleh BPK. Selanjutnya dia menegaskan bahwa dalam sejarah republik baru kali ini ada jederal dihukum. Hal ini mencerminkan bahwa merupakan kebanggaan Ketua BPK bisa menghukum Jenderal.

Setelah membaca Majalah Gatra Edisi 51 tahun 2007 (1-7 November 2007), saya merasa ragu atas hasil audit BPK tersebut, karena sesuai keputusan Hakim ternyata para para pejabat (Terdakwa I, II dan III) yang dihukum (termasuk Jenderal) ternyata tidak menerima uang. Rekanan (Terdakwa IV) telah melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak dan helicopter MI-17 sudah siap dikirim jika Pemerintah RI membayar sisa pembayaran yang 85%. Jika demikian apa layak para Terdakwa disebut sebagai koruptor.

Menurut hemat kami pernyataan Ketua BPK tersebut perlu dilanjutkan bahwa dalam sejarah republik mungkin baru kali ini ada pejabat pemerintah yang dihukum sebagai koruptor bukan karena terima suap atau terima uang pelicin atau atau gratifikasi atau apapun namanya. Mungkin hanya di Republik ini pula ada rekanan yang telah melaksanakan tugas sesuai kontrak dihukum karena Pemberi Kerja (Pemerintah) hanya bisa membayar uang muka sebesar 15% dari nilai kontrak.

Kami sarankan agar Ketua BPK dan KPK lebih fokus kepada kasus BLBI yang telah menyengsarakan rakyat. Mungkin dalam sejarah republik baru kali ini para pejabat yang bertanggungjawab atas korupsi yang merugikan keuangan negara ratusan triliyun rupiah tidak tersentuh hukum walaupun kasusnya sudah hampir 10 tahun.


Tardjani

GATRA No.51 TAHUN XIII - 1-7 November 2007
Ancaman Arbitrase Setelah Vonis : Hal. 1 & 2


4 comments:

Kobir said...

Saya turut prihatin atas cobaan yang menimpa Bapak, semoga Allah swt. memberi kekuatan iman, islam, dan ihsan kepada Bapak sekeluarga.

Salam kenal, Pak. Bapak sekarang di mana? Bapak belum kenal saya, tetapi saya tahu Bapak saat mampir di OTL. Kata teman saya, Bapak pekerja keras.

Oya Pak, waktu di Dephan sempat ketemu Pak Mas Widjaja? Saya pernah ke sana, ketat sekali security-nya. Sekretarisnya aja pakai seragam.

Anonymous said...

Dengan ini saya menjamin bahwa garansi bank andy kosasih tanggung jawab saya, uenak tenan......

Anonymous said...

Kami sarankan agar Ketua BPK dan KPK lebih fokus kepada kasus BLBI yang telah menyengsarakan rakyat. Mungkin dalam sejarah republik baru kali ini para pejabat yang bertanggungjawab atas korupsi yang merugikan keuangan negara ratusan triliyun rupiah tidak tersentuh hukum walaupun kasusnya sudah hampir 10 tahun.

Memang benar pak, di Indonesia ini aturan hukumnya aga aneh dan saya kira ini ulah dari manusianya, sedangkan hukum sebagai perisai saja. banyak sekali koruptor yg telah meraup keuntungan triliyun rupiah, namun kalau kita kaji bahwa para koruptor itu adalah untuk kepentingan oraganisasi tertentu, yah namanya politik itu kotor, semua yg dijalankan seolah2 dibuat bersih tapi alhasil hanyalah untuk mengelabuhi masyarakat awam, sehingga untuk menuju kepentingan pribadi yg akhirnya berkelanjutan dengan kroni-2nya untuk sesuatu hal yg akan diprogram.memang berat bagi manusia hidup didunia ini, berbuat baik musuh banyak, yah itu lah dunia, tidak akan ketemu krn dunia sepertinya fatamorgana hanya bayangan/semu belaka. (didik.a)

Anonymous said...

Dalam lingkup kantor kita, saya mulai kerja mengabdi di Depkeu sejak 1985, saya bekerja dengan tulus iklas, krn memang sudah niatan, dari tahun demi tahun saya curahkan perjuangan hidup dengan berkarya agar kelak akan menjadikan karya-karya yg baik dan saya merasa sangat bergembira atas karya-karya yg saya buat. namun apa di balik karya dimaksud, tdk ada yg melihatnya, dan saya berjalan sesuai dengan aturan yg ada namun apa yg dpt saya raih...hanyalah bayangan belaka, sedangkan banyak para temen2 saya seangkatan yg dpt meraih keberhasilan pada hal sepak terjangnya untuk berkarya hanya untuk kepentingan pribadi, tapi berhasil malah hidupnya nyeyak dalam artian semua dpt tercapai walaupun dengan jalan yg ga bener, semua dpt dipromosikan entahlah faktor apa yg membuat demikian. Dalam hal ini sama halnya dengan pernyataan para pemeriksa yg ada di indonesia ini, pusing mikirin hal itu, mending berangan angan untuk hidup kedepan.