Ketua BPK Anwar Nasution dalam beberapa surat kabar nasional (antara lain Media Indonesia dan Rakyat Merdeka) tanggal 2 November 2007 menyatakan bahwa kasus MI-17 adalah hasil pengembangan dari audit yang dilakukan oleh BPK. Selanjutnya dia menegaskan bahwa dalam sejarah republik baru kali ini ada jederal dihukum. Hal ini mencerminkan bahwa merupakan kebanggaan Ketua BPK bisa menghukum Jenderal.
Setelah membaca Majalah Gatra Edisi 51 tahun 2007 (1-7 November 2007), saya merasa ragu atas hasil audit BPK tersebut, karena sesuai keputusan Hakim ternyata para para pejabat (Terdakwa I, II dan III) yang dihukum (termasuk Jenderal) ternyata tidak menerima uang. Rekanan (Terdakwa IV) telah melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak dan helicopter MI-17 sudah siap dikirim jika Pemerintah RI membayar sisa pembayaran yang 85%. Jika demikian apa layak para Terdakwa disebut sebagai koruptor.
Menurut hemat kami pernyataan Ketua BPK tersebut perlu dilanjutkan bahwa dalam sejarah republik mungkin baru kali ini ada pejabat pemerintah yang dihukum sebagai koruptor bukan karena terima suap atau terima uang pelicin atau atau gratifikasi atau apapun namanya. Mungkin hanya di Republik ini pula ada rekanan yang telah melaksanakan tugas sesuai kontrak dihukum karena Pemberi Kerja (Pemerintah) hanya bisa membayar uang muka sebesar 15% dari nilai kontrak.
Kami sarankan agar Ketua BPK dan KPK lebih fokus kepada kasus BLBI yang telah menyengsarakan rakyat. Mungkin dalam sejarah republik baru kali ini para pejabat yang bertanggungjawab atas korupsi yang merugikan keuangan negara ratusan triliyun rupiah tidak tersentuh hukum walaupun kasusnya sudah hampir 10 tahun.
Tardjani
GATRA No.51 TAHUN XIII - 1-7 November 2007
Ancaman Arbitrase Setelah Vonis : Hal. 1 & 2
Wednesday, November 7, 2007
Tanggapan terhadap pernyataan Ketua BPK
Diposting oleh
Tardjani
di
12:46 PM
4
komentar
Friday, October 26, 2007
Korupsi antara Fakta dan Logika Hukum
Saudara-saudaraku yang tercinta,
Terlampir catatan saya atas keputusan Hakim yang telah
menghukum kami pada kasus pengadaan Helikopter
MI-17-1V oleh Angkatan Darat.
Kami mohon kesediaan untuk memberikan masukan atau
saran atau tanggapan, baik untuk kepentingan upaya
hukum kami maupun untuk memperbaiki kondisi Negara
yang kita cintai ini.
Terimakasih.
Tardjani
Korupsi antara Fakta dan Hukum Mirror 1
Lampiran Korupsi antara Fakta dan Hukum Mirror 1
Diposting oleh
Tardjani
di
10:19 PM
0
komentar
Thursday, October 25, 2007
Tahanan Kejaksaan Agung Jumatan dan Ied di Sel
Rabu, 24 Oktober 2007 | 13:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sepuluh dari 15 tahanan
Kejaksaan Agung dilarang salat Jumat, tarawih, dan ied
berjamaah di Mesjid Baitul Adli yang berdampingan
dengan ruang tahanan.
“Dua bulan terakhir kami berjamaah di ruangan saya,
dengan imam dan khatib dari pengeras suara,” kata Tito
Pranolo, terdakwa kasus korupsi pengadaan impor sapi
dari Australia pada 2001, kepada Tempo, Rabu.
Ia mengaku telah melayangkan keluhan kepada Kepala
Rutan dan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan. Namun hingga saat ini tak ada perubahan
kebijakan. Tito mengakui, Kepala Biro Umum Kejaksaan
mengeluarkan larangan setelah ada beberapa tahanan
yang melakukan salat tarawih di mesjid tanpa izin.
“Tapi kami tak tahu kalau untuk salat seperti itu
harus ada izin juga,” katanya mengeluh.
Sejauh ini, kata Tito, salat berjamaah di mesjid hanya
bisa dilakukan untuk salat subuh. Hal itu, kemungkinan
karena pengurus mesjid kekurangan jemaah. “Larangan
itu berlebihan, memangnya ada yang kabur gara-gara
salat,” ujarnya.
Selain Tito, tahanan muslim di kejaksaan saat ini
antara lain Mayjen (Purn) Subarda Midjaja, Tarjani
Umar, Andi Kosasih, Ruchiyat Soebandi, Imanusafi,
Nawawi, Kolonel Ngadimin, Wie Hendra Darmawan, dan
Widjokongko. Sudrajat
sumber :
www.tempointeraktif.com
Lihat juga Toleransi Beragama
Diposting oleh
Tardjani
di
2:17 PM
0
komentar
Thursday, September 13, 2007
SHALAT TARAWIH
Oleh
Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid
[1]. Pensyari'atannya
Shalat tarawih disyari'atkan secara berjama'ah berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha.
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu malam keluar dan shalat di masjid, orang-orang pun ikut shalat bersamanya, dan mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga berkumpullah banyak orang, ketika beliau shalat, mereka-pun ikut shalat bersamanya, mereka meperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga, Rasulullah Shallalalhu 'alaihi wa sallam keluar dan shalat, ketika malam keempat masjid tidak mampu menampung jama'ah, hingga beliau hanya keluar untuk melakukan shalat Shubuh. Setelah selesai shalat beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian bersabda.
"Artinya : Amma ba'du. Sesungguhnya aku mengetahui perbuatan kalian semalam, namun aku khawatir diwajibkan atas kalian, sehingga kalian tidak mampu mengamalkannya"
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat dalam keadaan tidak pernah lagi melakukan shalat tarawih secara berjama'ah" [Hadits Riwayat Bukhari 3/220 dan Muslim 761]
Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menemui Rabbnya (dalam keadaan seperti keterangan hadits diatas) maka berarti syari'at ini telah tetap, maka shalat tarawih berjama'ah disyari'atkan karena kekhawatiran tersebut sudah hilang dan 'illat telah hilang (juga). Sesungguhnya 'illat itu berputar bersama ma'lulnya, adanya atau tidak adanya.
Dan yang menghidupkan kembali sunnah ini adalah Khulafa'ur Rasyidin Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu 'anhu sebagaimana dikabarkan yang demikian oleh Abdurrahman bin Abdin Al-Qoriy[1] beliau berkata : "Aku keluar bersama Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu 'anhu suatu malam di bulan Ramadhan ke masjid, ketika itu manusia berkelompok-kelompok[2] Ada yang shalat sendirian dan ada yang berjama'ah, maka Umar berkata : "Aku berpendapat kalau mereka dikumpulkan dalam satu imam, niscaya akan lebih baik". Kemudian beliau mengumpulkan mereka dalam satu jama'ah dengan imam Ubay bin Ka'ab, setelah itu aku keluar bersamanya pada satu malam, manusia tengah shalat bersama imam mereka, Umar-pun berkata, "Sebaik-baik bid'ah adalah ini, orang yang tidur lebih baik dari yang bangun, ketika itu manusia shalat di awal malam".[Dikeluarkan Bukhari 4/218 dan tambahannya dalam riwayat Malik 1/114, Abdurrazaq 7733]
[2]. Jumlah Raka'atnya
Manusia berbeda pendapat tentang batasan raka'atnya, pendapat yang mencocoki petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah delapan raka'at tanpa witir berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha.
"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah shalat malam di bulan Ramadhan atau selainnya lebih dari sebelas raka'at" [Dikeluarkan oleh Bukhari 3/16 dan Muslim 736 Al-Hafidz berkata (Fath 4/54)]
Yang telah mencocoki Aisyah adalah Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, beliau menyebutkan, "Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menghidupkan malam Ramadhan bersama manusia delapan raka'at kemudian witir[3]
Ketika Umar bin Al-Khaththab menghidupkan sunnah ini beliau mengumpulkan manusia dengan sebelas raka'at sesuai dengan sunnah shahihah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Malik 1/115 dengan sanad yang shahih dari jalan Muhammad bin Yusuf dari Saib bin Yazid, ia berkata : "Umar bin Al-Khaththab menyuruh Ubay bin Ka'ab dan Tamim Ad-Daari untuk mengimami manusia dengan sebelas raka'at". Ia berkata : "Ketika itu imam membaca dua ratus ayat hingga kami bersandar/bertelekan pada tongkat karena lamanya berdiri, kami tidak pulang kecuali ketika furu' fajar" [4]
Riwayat beliau ini diselisihi oleh Yazid bin Khashifah, beliau berkata : "Dua puluh raka'at"
Riwayat Yazid ini syadz (ganjil/menyelisihi yang lebih shahih), karena Muhammad bin Yusuf lebih tsiqah dari Yazid bin Khashifah. Riwayat Yazid tidak bisa dikatakan ziyadah tsiqah kalau kasusnya seperti ini, karena ziyadah tsiqah itu tidak ada perselisihan, tapi hanya sekedar tambahan ilmu saja dari riwayat tsiqah yang pertama sebagaimana (yang disebutkan) dalam Fathul Mughit (1/199), Muhashinul Istilah hal. 185, Al-Kifayah hal 424-425. Kalaulah sendainya riwayat Yazid tersebut shahih, itu adalah perbuatan, sedangkan riwayat Muhammad bin Yusuf adalah perkataan, dan perkataan lebih diutamakan dari perbuatan sebagaimana telah ditetapkan dalam ilmu ushul fiqh.
Abdur Razaq meriwayatkan dalam Al-Mushannaf 7730 dari Daud bin Qais dan lainnya dari Muhammad bin Yusuf dari Saib bin Yazid : "Bahwa Umar mengumpulkan manusia di bulan Ramadhan, dengan dua puluh satu raka'at, membaca dua ratus ayat, selesai ketika awal fajar"
Riwayat ini menyelisihi yang diriwayatkan oleh Malik dari Muhamad bin Yusuf dari Saib bin Yazid, dhahir sanad Abdur Razaq shahih seluruh rawinya tsiqah.
Sebagian orang-orang yang berhujjah dengan riwayat ini, mereka menyangka riwayat Muhammad bin Yusuf mudhtharib, hingga selamatlah pendapat mereka dua puluh raka'at yang terdapat dalam hadits Yazid bin Khashifah.
Sedangkan mereka ini tertolak, karena hadits mudhtarib adalah hadits yang diriwayatkan dari seorang rawi satu kali atau lebih, atau diriwayatkan oleh dua orang atau lebih dengan lafadz yang berbeda-beda, mirip dan sama, tapi tidak ada yang bisa menguatkan (mana yang lebih kuat). [Tadribur Rawi 1/262]
Namun syarat seperti ini tidak terdapat dalam hadits Muhammad bin Yusuf karena riwayat Malik lebih kuat dari riwayat Abdur Razaq dari segi hapalan.
Kami ketengahkan hal ini kalau kita anggap sanad Abdur Razaq selamat dari illat (cacat), akan tetapi kenyatannya tidak demikian (karena hadits tersebut mempunyai cacat, pent) kita jelaskan sebagai berikut.
[1]. Yang meriwayatkan Mushannaf dari Abdur Razaq lebih dari seorang, diantaranya adalah Ishaq bin Ibrahim bin Ubbad Ad-Dabari
[2]. Hadits ini dari riwayat Ad-Dabari dari Abdur Razaq, dia pula yang meriwayatkan Kitabus Shaum [Al-Mushannaf 4/153]
[3]. Ad-Dabari mendengar dari Abdur Razaq karangan-karangannya ketika berumur tujuh tahun [Mizanul I'tidal 1/181]
[4]. Ad-Dabari bukan perawi hadits yang dianggap shahih haditsnya, juga bukan seorang yang membidangi ilmu ini [Mizanul I'tidal 1/181]
[5]. Oleh karena itu dia banyak keliru dalam meriwayatkan dari Abdur Razaq, dia banyak meriwayatkan dari Abdur Razaq hadits-hadits yang mungkar, sebagian ahlul ilmi telah mengumpulkan kesalahan-kesalahan Ad-Dabari dan tashif-tashifnya dalam Mushannaf Abdur Razaq, dalam Mushannaf [Mizanul I'tidal 1/181]
Dari keterangan di atas maka jelaslah bahwa riwayat ini mungkar, Ad-Dabari dalam meriwayatkan hadits diselisihi oleh orang yang lebih tsiqah darinya, yang menentramkan hadits ini kalau kita nyatakan kalau hadits inipun termasuk tashifnya Ad-Dabari, dia mentashifkan dari sebelas raka'at (menggantinya menjadi dua puluh satu rakaat), dan engkau telah mengetahui bahwa dia banyak berbuat tashif [Lihat Tahdzibut Tahdzib 6310 dan Mizanul I'tidal 1/181]
Oleh karena itu riwayat ini mungkar dan mushahaf (hasil tashif), sehingga tidak bisa dijadikan hujjah, dan menjadi tetaplah sunnah yang shahih yang diriwayatkan di dalam Al-Muwatha' 1/115 dengan sanad Shahih dari Muhammad bin Yusuf dari Saib bin Yazid. Perhatikanlah.[5]
[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]
_________
Foote Note.
[1]. Dengan tanwin ('abdin) dan (alqoriyyi) dengan bertasydid -tanpa dimudhofkan- lihat Al-Bab fi Tahdzib 3/6-7 karya Ibnul Atsir.
[2]. Berkelompok-kelompok tidak ada bentuk tunggalnya, seperti nisa' ibil ... dan seterusnya
[3]. Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya 920, Thabrani dalam As-Shagir halaman 08 dan Ibnu Nasr (Qiyamul Lail) halaman 90, sanadnya hasan sebagaimana syahidnya.
[4]. Furu' fajar : awalnya, permulaan
[5]. Dan tambahan terperinci mengenai bantahan dari Syubhat ini, maka lihatlah :
[a]. Al-Kasyfus Sharih 'an Aghlathis Shabun fii Shalatit Tarawih oleh Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid
[b]. Al-Mashabih fii Shalatit Tarawih oleh Imam Suyuthi, dengan ta'liq Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, cetakan Dar'Ammar
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1151&bagian=0
Diposting oleh
Tardjani
di
4:51 PM
0
komentar
Thursday, September 6, 2007
Ramadhan, Bulan Ibadah dan Perjuangan
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh,
Tinggal beberapa hari lagi, insya Allah, kita memasuki Bulan Suci Ramadhan; bulan yang penuh dengan rahmat, berkah dan maghfirah Allah SWT. Abu Hurairah ra. menuturkan bahwa Nabi saw. pernah bersabda ketika datang bulan Ramadhan:
Sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah; Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka; pintu-pintu neraka ditutup; setan-setan dibelenggu. Di dalamnya ada satu malam yang nilai amal padanya lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, siapa saja yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sesungguhnya dia tidak akan dapat lagi memperoleh kebaikan selama-lamanya. (HR. an-Nasa'i dan Ahmad)
Rasulullah saw. juga bersabda:
Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman dan mencari keridhaan Allah, niscaya akan diampuni (oleh Allah) dosa-dosanya yang telah lalu. (HR al-Bukhari dan Muslim).
Selain beragam keutamaan Bulan Ramadhan yang telah secara berulang diungkap oleh para ulama, pada bulan ini juga terjadi banyak peristiwa penting. Penyebaran Islam, perluasan pengaruh, penggabungan beberapa daerah kedalam kekuasaan Islam, dan penghentian kezhaliman terlihat dominan terjadi pada bulan penuh berkah ini. Salah satu peristiwa penting yang dialami oleh Rasulullah saw. adalah kemenangan dalam Perang Badar. Perang ini terjadi pada bulan Ramadhan, dengan kekuatan pasukan yang sangat tidak berimbang. Jumlah pasukan Quraisy sekitar 1.000 orang, dengan 100 pasukan berkuda dan 700 unta. Mereka dilengkapi dengan aneka makanan dan wanita-wanita penghibur. Sebaliknya, jumlah pasukan Islam hanya 315 orang, dengan perlengkapan yang sangat terbatas. Pasukan Islam dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad saw. dengan kendaraan perang hanya dua ekor unta.
Kemenangan umat Islam dalam Perang Badar itu dipilih Allah terjadi pada bulan Ramadhan. Pada bulan ini pula terjadi peristiwa Fath Makkah (Pembebasan Kota Makkah) oleh kaum Muslim.
Pada masa Rasulullah saw., beberapa peristiwa penting lain juga terjadi pada bulan Ramadhan, di antaranya adalah: Nuzulul Quran; dimulainya kewajiban zakat fitrah (tahun kedua Hijrah); dimulainya persiapan untuk Perang Khandaq (tahun kelima Hijrah); Rasulullah menerima wahyu kabar gembira akan ditaklukannya kota Makkah (tahun kedelapan Hijrah); Rasulullah mulai mengirim beberapa utusan untuk menghancurkan berhala-berhala yang terkenal waktu itu (juga pada tahun kedelapan Hijrah); terjadi Perang Tabuk dan Rasulullah kembali dari peperangan itu pada bulan yang sama, utusan Thaif datang ke Madinah untuk menyatakan diri masuk Islam di hadapan Rasulullah, dan utusan raja-raja Himyar menyatakan diri masuk Islam (tahun kesembilan Hijrah); Rasulullah mengutus Ali bin Abi Thalib ke Yaman dengan membawa surat dari Beliau untuk penduduknya, khususnya kabilah Hamadan yang seluruhnya masuk Islam dalam satu hari (tahun ke-10 Hijrah).
Lebih dari itu, banyak peristiwa lain yang terjadi pada bulan Ramadhan sepeninggal Rasulullah saw. Muhammad Sa'id Mursy dan Qasim Abdullah, dalam bukunya, Ramadhaniyat, mencatat sejumlah peristiwa penting di antaranya sebagai berikut.
1 Ramadhan:
1 Ramadhan 587 H. Terjadi penghancuran dan penguasaan kota 'Asqalan yang merupakan pintu masuk menuju kota al-Quds. Penghancuran dan penguasaan kota ini dilakukan oleh Shalahuddin al-Ayyubi sebagai strategi menahan laju kekuatan kaum Salib (Kristen) yang akan merebut kota Quds. Pada hari penaklukannya Shalahuddin al-Ayyubi berkata, "Demi Allah, sesungguhnya penghancuran benteng di 'Asqalan lebih aku sukai walaupun aku harus kehilangan seluruh anakku. Sebab, penguasaan 'Askalan adalah demi kemaslahatan Islam dan kaum Muslim."
Pada 584 Hijrah, Salahuddin Al-Ayyubi mengalahkan tentara Salib dan membebaskan sebagian besar negeri yang pernah dikuasai oleh pihak Salib (Kristian). Kemudian tentera Islam yang dipimpinnya terus berperang dan berjaya merampas Benteng Shafad yang kuat. Peristiwa ini terjadi pada pertengahan Ramadhan.
3 Ramadhan:
3 Ramadhan 825 H. Pada hari ini Sultan Murad II dari Kekhalifahan Utsmaniyah mengadakan pengepungan kota Konstantiopel dalam rangka menaklukan dan memasukannya dalam naungan Khilafah. Sayang, setelah sekian waktu peperangan berkecamuk dengan sangat dasyatnya, beliau gagal dan akhirnya kembali ke pusat pemerintahannya tanpa membawa hasil yang diharapkan.
6 Ramadhan:
6 Ramadhan 223 H. Al-Mu'tasim Billah, seorang khalifah 'Abasiyah, mengepung kota Amuriyah yang merupakan benteng pertahanan terkuat Kerajaan Bizantium di Asia kecil. Usaha beliau berhasil dengan ditaklukannya kota tersebut.
8 Ramadhan:
8 Ramadhan 789 H. Khalifah al-Mu'tasim Billah pada hari ini mengumumkan kepada rakyatnya, "Siapa saja yang merasa dizalimi dan memiliki perkara yang mengantar pada permusuhan maka datanglah kepada saya pada hari Ahad dan Rabi untuk menyelesaikan permasalahannya." Tradisi ini baru dimulai pada masa beliau dan selanjutnya diikuti oleh para khalifah setelah beliau.
23 Ramadhan:
23 Ramadhan 1270 H. Pada hari ini kekuatan militer Rusia di bawah pimpinan Marsyal Bernes menghentikan kepungannya terhadap kota Selestriya yang terletak di wilayah Crimea. Pengepungan yang terjadi selama 35 hari ini tidak membawa dampak yang berarti bagi kekuatan Khalifah Utsmaniyah, walaupun kekuatan militer Rusia mencapai 60 ribuan, sementara tentara Utsmaniyah hanya berjumlah 15 ribu orang.
25 Ramadhan:
25 Ramadhan 658 H. Terjadi Perang Ain Jalut antara kaum Muslim dan Tartar. Perang ini merupakan perang besar dalam sejarah Islam. Dalam perang ini, Tartar mampu menguasai banyak daerah Islam dan menjatuhkan Khilafah Abbasiah. Mereka juga berhasil membunuh Khalifah Mu'tashim Billah di Baghdad pada tahun 656 H / 1256 M. Ekspansi Tartar meluas sampai wilayah Gaza di bawah pimpinan Hulagu. Kemudian Hulagu mengirim kurir untuk meminta kepada Sultan Mamluki "Quds" agar tunduk di bawah kekuasaan Tartar. Permintaan ini ditolak oleh Sultan Quds karena menunjukan kehinaan dan kelemahan. Lalu beliau memutuskan untuk menghadapi Tartar dalam pererangan. Selanjutnya, pada hari Jumat tanggal 25 Ramadhan 658 H bertepatan dengan 6 September 1260 M bertemulah dua pasukan besar di wilayah Ain Jalut. Peperangan ini akhirnya berakhir dengan kemenangan kaum Muslim.
28 Ramadhan:
28 Ramadhan 92 H. Kaum Muslim di bawah pimpinan panglima Thariq bin Ziad membuka Andalusia (Spanyol). Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Futuh Andalusia. Thariq bin Ziyad menyeberangi selat antara Afrika dan Eropa atas perintah Musa bin Nushair, penguasa Islam kala itu. Ketika pasukan Islam sudah sampai di seberang, diperintahkannya agar kapal-kapal perang Islam dibakar. Kemudian ia berpidato didepan pasukannya, "Musuh di depan kalian. Jika kalian mundur maka lautan dibelakang kalian."
Langkah yang beliau ambil dalam membangkitkan semangat kaum Muslim sangat tepat. Tidak ada lagi jalan untuk mundur. Yang ada hanyalah berjuang 'mati-matian' dan mengharap pertolongan Allah. Berturut-turut kota demi kota jatuh ke tangan kaum Muslim. Akhirnya, pada bulan Ramadhan jatuhlah Andalusia ke tangan kaum Muslim. Sejarah mencatat bahwa di kemudian hari Andalusia menjadi pusat ilmu pengetahuan dan menjadi mercu peradaban manusia di zamannya. Kemajuan teknologi yang diperoleh orang-orang Eropa zaman sekarang hanyalah merupakan perpanjangan teknologi umat Islam masa silam.
'Ibrah (Pelajaran)
Dengan melihat paparan sejarah yang serba singkat di atas, kita bisa mengambil pelajaran betapa bulan Ramadhan bukan sekadar bulan untuk memperbanyak ibadah sunnah; bukan pula sekadar melaksanakan kewajiban individual seperti shaum. Bahkan pada bulan ini, Rasulullah, para Sahabat dan generasi setelah mereka tidak pernah meninggalkan jihad fi sabilillah. Bahkan pula, pada bulan Ramadhanlah di antaranya, generasi umat Islam pada masa lalu meraih kemenangan demi kemenangan dalam melawan orang-orang kafir yang memusuhi mereka.
Karena itu, sudah selayaknya setiap Ramadhan umat Islam membangkitkan ruhul jihad, untuk melengkapi ruhul 'ibadah. Sudah selayaknya umat Islam pada bulan ini menyadari kembali setiap ancaman musuh, yakni Negara kafir imperialis, yang selalu menaruh dendam dan kebencian terhadap mereka. Sudah terlalu banyak bukti betapa kaum kafir demikian memusuhi umat Islam. Pembunuhan massal oleh Amerika di Afganistan dan Irak serta kebrutalan Israel terhadap rakyat Palestina yang didukung Barat hanyalah secuil 'kejahatan mereka' terhadap umat Islam. Bahkan George W Bush's menegaskan akan menyerang siapapun yang menginginkan pendirian kembali Kekhilafahan Islam di Timur Tengah, sebagai bagian dari "perang melawan teror". Padahal, seluruh ulama mu'tabar sepakat wajibnya kaum Muslim memiliki khilafah sebagai penegak syariat dan penyatu umat. Dalam pidatonya pada konvensi Tentara Amerika ke-89 28 Agustus lalu, Bush kembali berbicara mengenai "ekstremis" yang harus dilawan Amerika. Dia berbicara dalam konteks sensasional bahwa "ekstremis" adalah "keinginan untuk menjejalkan visi gelap yang sama sepanjang Timur Tengah dengan menegakkan Kehhilafahan radikal dan penuh kekerasan yang wilayahnya merentang dari Spanyol ke Indonesia". Sungguh, ini ungkapan provokatif dan cerminan ideologi penuh kebencian.
Berbagai pelecehan dan penghinaan orang-orang kafir terhadap Islam serta penodaan atas kemuliaan dan keagungan Baginda Nabi Muhammad saw. pun sudah tidak terhitung jumlahnya. Kasus mutakhir adalah pemuatan karikatur yang melecehkan dan menghina Nabi Muhammad saw. pada bulan Agustus 2007 di sebuah harian lokal di Swedia. Kasus ini merupakan rentetan dari sejumlah peristiwa yang sama, yang terjadi sebelumnya di Denmark.
Pada bulan Ramadhan ini, tidakkah ruhul jihad kita bangkit menyaksikan secara kasat mata berbagai kezaliman negara-negara kafir terhadap Islam dan kaum Muslim? Sudahkah diri kita merupakan bagian dari kaum Muslim yang berjuang melenyapkan kezaliman dengan menegakkan Islam? Belum tibakah saatnya bagi kita untuk meneladani generasi salafush-shalih yang justru meningkatkan intensitas ibadah, kepedulian, dan ruh perjuangannya pada bulan Ramadhan?[]
(sumber : milis "myQuran - Komunitas Muslim Indonesia")
Diposting oleh
Tardjani
di
3:08 PM
1 komentar
Saturday, September 1, 2007
Toleransi Beragama
Assalamuálaikum wr.wb.
Saudara-saudara kaum muslimin yang tercinta,Kita sebagai kaum muslimin yang mayoritas di negeri ini dituntut untuk toleran kepada pemeluk agama lain. Apalagi saudara-saudara dari Jaringan Islam Liberal sangat sinis terhadap saudara-saudara muslim lainnya yang sekedar ingin melaksanakan syariat Islam bagi dirinya. Padahal bagi pemeluk agama lain toleransi itu hanya berlaku jika mereka dalam posisi minoritas dan tidak memiliki kekuasaan.
Pengalaman pribadi saya sebagai penghuni Rutan Kejaksaan Agung dapat dijadikan sebagai pelajaran. Sebelum bulan Agustus 2007 pada saat Kejaksaan Agung dipimpin oleh Abdul Rahman Saleh dan H. Susilo sebagai Kepala Rutan, kami sebagai penghuni Rutan diperkenankan sholat berjamaah di Masjid Al Adli yang bersebelahan dengan Rutan, walaupun sekedar sholat Maghrib, Ísya, Shubuh dan sholat Jumát.
Mulai bulan Agustus 2007, setelah Kejaksaan Agung dipimpin oleh Hendarman Supanji yang kejawen dan Kepala Rutannya Anthony Tarigan yang nasrani, kami tidak diperkenankan lagi sholat berjamaah di Masjid. Jangankan sholat harian yang lima waktu, sekedar sholat Jumát saja yang wajib berjamaah tidak diberi kesempatan. Perlu dijelaskan bahwa di Rutan Kejagung tidak ada fasilitas mushala. Mudah-mudahan dengan pengalaman ini, umat Islam mau belajar lebih mendalam tentang Islam dan lebih meyakini bahwa Firman Allah (Quran surat 2:120) itu mutlak benarnya.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
(Quran surat 2:120)
Wassalamuálaikum wr.wb.
Tardjani
Diposting oleh
Tardjani
di
5:02 PM
0
komentar
Tuesday, August 21, 2007
KODE BABI PADA MAKANAN BERKEMAS PENTING UNTUK UMAT ISLAM KETAHUI.
Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib bekerjasebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan(POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya adalah mencatatsemua merek barang, makanan dan obat-obatan.
Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan kepasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat ijin dari Badan Pengawas Obat danMakanan Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di Badan tersebut bagian QC, oleh sebab itu dia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalambentuk matematis seperti E-904, E-141.
Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis tersebut, dia penasaran dan kemudian menanyakan kode matematis tersebut kepada seorang perancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab" KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA.
Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Shaikh Sahib dan dia kemudian mulai mencari tahu kode matematis tersebut dalam dokumen yang ada. Ternyata apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslim didunia.
Hampir diseluruh negara barat termasuk Eropa, pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari42.000.
Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun orang Eropa dan Amerika berusaha menghindari lemak-lemak tersebut. Kemudian yang menjadi pertanyaan sekarang; dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? jawabannya adalah:
Babi-babi tersebut dipotong di rumah-rumah jagal dalam pengawasan Badan POM dan yang membuat pusing Badan tersebut adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi.
Dahulu kira-kira 60 tahun yang lalu, lemak-lemak tersebut dibakar. Kemudian mereka berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal ujicobanya mereka membuat sabun dengan bahan lemak tersebut dan ternyata itu berhasil.
Lemak-lemak tersebut diproses secara kimiawi, dikemasse demikian rupa dan dipasarkan. Dalam pada itu negara-negara di Eropa memberlakukan aturan yang mengharuskan bahan-bahan dari setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Oleh karena itu bahan yang terbuat dari lemak babi dicantukam dengan nama Pig Fat(lemak babi) pada kemasan produk. Mereka yang sudah tinggal di Eropa selama 40 tahun terakhir ini mengetahui hal tersebut.
Namun produk dengan bahan lemak babi tersebut dilarang masuk ke negara-negara Islam pada saat itu sehingga menimbulkan defisit perdagangan bagi negara pengekspor. Menoleh ke masa lalu, jika anda hubungkan dengan Asia Tenggara, anda mungkin tahu tentang faktor yang menimbulkan perang saudara. Pada saat itu, peluru senapan dibuat di Eropa dan diangkut ke belahan benua melalui jalur laut. Perjalanannya memakan waktu berbulan-bulan hingga mencapai tempat tujuan sehingga bubuk mesiu yang ada di dalamnya mengalami kerusakan karena terkena air laut.
Kemudian mereka punya ide untuk melapisi pelurutersebut dengan lemak babi. Lapisan lemak tersebutharus digigit dengan gigi terlebih dahulu sebelumdigunakan. Saat berita mengenai pelapisan tersebuttersebar dan sampai ketelinga tentara yang kebanyakanMuslim dan beberapa Vegetarian (orang yang tdk makan daging), maka tentara - tentara tersebut menolakberperang sehingga mengakibatkan perang saudara (civil war).
Negara-negara Eropa mengakui fakta tersebut dan kemudian menggantikan penulisan lemak babi dalam kemasan dengan menuliskan lemak hewan. Semua orang yang tinggal di Eropa sejak tahun 1970-an mengetahuinya. Saat perusahaan produsen ditanya oleh pihak berwenang dari negara Islam mengenai lemak hewan tersebut, maka jawabannya bahwa lemak tersebut adalah lemak sapi & domba, walaupun demikian lemak-lemak tesebut haram bagi muslim karena penyembelihan hewan ternak tersebut tidak mengikuti syariat islam. Olehkarena itu produk dengan label baru tersebut dilarangmasuk ke negara-negara islam. Sebagai akibatnya,perusahan-perusaha produsen menghadapi masalah keuangan yang sangat serius karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produknya ke negara Islam, dimana laba penjualan ke negara Islam bisa mencapai milliaran dolar.
Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti oleh Badan POM sementara orang awam tidak mengetahuinya. Kode tersebut diawali dengan kode E-CODES. E-INGREDIENTS ini terdapat dibanyak produk perusahaan multinasional termasuk pasta gigi, sejenis permen karet, cokelat, gula-gula, biscuit, makanan kaleng, buah-buahan kalengan dan beberapa multi vitamin dan masih banyak lagi jenisproduk makanan & obat-obatan lainnya. Semenjak produ-produk tersebut di atas banyak dikonsumsi oleh negara-negara muslim, kita sebagai masyarakat muslim tidak terkecuali sedang menghadapi masalah penyakit masyarakat yakni hilangnya rasa malu, kekerasan dan seks bebas (kumpul kebo).
Oleh karenanya, saya mohon kepada semua umat Islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES berikut ini. Jika ditemukan kode-kode berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan *kode-kode tersebut di bawah ini mengandung lemak babi.
E100, E110, E120, E 140, E141, E153,
E210, E213, E214,E216, E234,E252,E270, E280
E325,E326, E327, E334,E335, E336, E337
E422, E430,E431, E432, E433,E434,E435, E436, E440,E470, E471, E472, E473, E474,E475,E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492,E493,E494, E495
E542,E570, E572, E631, E635, E904. *
Adalah tanggung jawab kita semua sebagai umat islam untuk mengikuti syariat islam dan juga memberitahukaninformasi ini kepada saudara-saurdara kita.
Oleh M. Anjad Khan Medical Research Institute United States
(cokelat c*****y, ternyata ada kode E476, dikemasan tertulis soya lecithin lho...dan udah ada label halal dr MUI pula. gimana nih...)
Diposting oleh
Tardjani
di
4:47 PM
0
komentar
Saturday, August 11, 2007
Inilah sosok bersahaja yg katanya negaranya menyeramkan itu : Ahmedi Najad, The Iranian President!!
The Life of Iranian President Ahmedi Najad Tuhan mencintai siapa yang merendah dalam kehidupan pribadinya!
TV Fox (AS) menanyakan pada Presiden Iran Ahmedi Najad;
"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan
tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran."
Berikut adalah bagaimana penyiar menggambarkan dirinya.
Ahmedi Najad, adalah presiden Iran yang membuat orang ternganga, karena pada saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Iran Istana yang sangat tinggi nilai maupun harganya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat
meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.
Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimiliki seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.
Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Lihat foto2 berikut yang menegaskan penjelasan di atas.
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipulikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.
Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka.
Dan foto terakhir memperlihatkan ruang makan dimana presiden sedang menikmati makanannya.
Sekali lagi dg pertanyaan yang sama "Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?"
"Pemimpin yang BAIK seperti nya jangan lah usah banyak BICARA tapi hanya cukup memberi CONTOH & TELADAN"
(sumber : millist myQuran - Komunitas Muslim Indonesia)
Diposting oleh
Tardjani
di
6:43 PM
0
komentar
Monday, July 30, 2007
Ketika Iblis Membentang Sajadah
Siang menjelang zuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu hari Jumaat, saat berkumpulnyaorang. Iblis sudah ada di dalam Masjid. Ia nampakbegitu khusyuk.
Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadiratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, melalui jendela, pintu, ventilation atau masuk melalui lubangpembuangan air. Pada setiap orang, Iblis juga masukmelalui telinga, ke dalam saraf mata, ke dalam uratnadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jemaah yang hadir. Iblis juga melekat di setiapsejadah."Hai, Blis!", Kiyai berseru, ketika baru masuk ke Masjid itu.
Iblis merasa terusik : "Kau kerjakan saja tugasmu,Kiyai. Tidak perlu kau melarang saya. Ini hak saya untuk mengganggu setiap orang dalam Masjid ini!",jawab Iblis marah.
"Ini rumah Tuhan, Iblis! Tempat yang suci, kalau kau mahu mengganggu, kau lakukan diluar nanti!", Kiyaicoba mengusir.
"Kiyai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru".
Kiyai termangu.
"Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjeratkaummu"
"Dengan apa?" tanya Kiyai.
"Dengan sejadah!" jawab Iblis
"Apa yang dapat kau lakukan dengan sejadah, Blis?"
"Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik sahamindustri sejadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruhuntuk bekerja dengan upah yang sedikit, demikeuntungan besar!"
"Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai.Tidak ada yang baru, Blis?"
"Bukan itu saja Kiyai*" tukas Iblis.
"Lalu?" Jawab Kiyai.
Iblis menjawab, "Saya juga akan masuk pada setiapdesigner sejadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agarpara designer itu membuat sejadah yang lebar-lebar"
"Untuk apa?" tukas Kiai.
"Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasaegois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiyai! Selainitu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisansholat. Dengan sejadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Disitu Saya dapat ikut membentangkan sejadah". jawab Iblis dengan yakin.
Dialog Iblis dan Kiyai terputus seketika.
Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sejadah. Keduanya berdampingan. Salah seorang memiliki sejadahyang lebar. Sementara yang seorang lagi, sejadahnyalebih kecil.
Orang yang punya sejadah lebar tanpa melihat kirikanan terus sahaja membentangkan sejadahnya. Sementara, orang yang mempunyai sejadah lebih kecil,tidak sedap hati jika harus mendesak jemaah lain yangsudah terlebih dahulu datang.
Tanpa berfikir panjang, pemilik sejadah kecilmembentangkan saja sejadahnya, sehingga sebahagian sejadah yang lebar tertutup sepertiganya. Kemudiankeduanya melakukan sholat sunnah.
"Nah, lihat itu Kiyai!", Iblis memulai dialog lagi.
"Yang mana?" Kiyai menjawab.
"Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka mempunyai sejadah yang berbeza ukuran. Lihat sekarang,aku akan masuk diantara mereka". Seru Iblis yangkemudian lenyap.
Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf. Kiyai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunnah. Kiyai akan melihat kebenaran rencana yangdikatakan Iblis sebelumnya.
Pemilik sejadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi,sambil bangun dari sujud, dia membuka sejadahya yang tertindih, lalu meletakkan sejadahnya di atas sejadah yang kecil.
Hingga sejadah yang kecil kembali berada di bawahnya.
Dia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sejadah yanglebih kecil, melakukan perkara yang serupa.
Dia juga membuka sejadahnya, kerana sejadahnya ditindih oleh sejadah yang lebar.
Keadaan ini berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, padaketika sholat wajib juga, kejadian-kejadian sepertiini beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, daripada menerima di bawah. Di atas sejadah, orang sudah berebut kekuasaanatas lainnya.
Siapa yang memiliki sejadah lebar, maka, ia akanmeletakkan sejadahnya diatas sajadah yang kecil.
Sejadah sudah dijadikan Iblis sebagai perbedaan kelas. Pemilik sejadah lebar, diinde! ntitikan sebagai parapemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atasdari pada yang lain.
Dan pemilik sejadah kecil, adalah kelas bawahan yang setiap saat akan selalu menjadi subordinate dari orang yang berkuasa. Di atas sejadah, Iblis telah mengajariorang supaya selalu menguasai orang lain.
"Astaghfirullahal adziiiim", ujar sang Kiyai perlahan.
Wallahu'alam Bisshawab
(sumber : millist)
Diposting oleh
Tardjani
di
11:40 AM
0
komentar
Wednesday, July 25, 2007
Mengubah Sudut Pandang Negatif Menjadi Positif
Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki.urusan belanja, cucian, makan, kebersihan, dan kerapian rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih, dan teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.
Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian.
Padahal dengan 4 anak-anak di rumah, hal ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya.Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang pisikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, virginia satir tersenyum dan berkata kepada sang ibu :
" Ibu harap tutup mata ibu dan banyangkan apa yanga saya katakan " Ibu itu kemudian menutup matanya.
" Banyangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu ?"
Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yang murung berubah menjadi cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.Virginia Satir melanjutkan ;
" Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka, rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi ".Seketika muka ibu itu berubah murung, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak, perasaannya terguncang dan pikirannya langsung cemas membanyangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.
" Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu dan kotoran di sana , artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu ".
Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.
" Sekarang bukalah mata ibu " ibu itu membuka matanya " Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu ?"
Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya." aku tahu maksud anda " ujar sang ibu, " Jika kita melihat dengan sudut pandang yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif ".Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi marah dan mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana ia tahu bahwa keluarga yang dikasihinya ada di rumah dan disampingnya setiap saat.Kisah diatas adalah kisa nyata. Virginia Satir adalah seorang pisikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & Jhon Adler untuk menciptakan NLP ( Neurolinguistic Programming ).
Teknik yang dipakai diatas disebut Reframing yaitu bagaimana kita Membingkai ulang sudut pandang kita, sehingga sesuatu yang tadinya negatif dapat menjadi positif dan salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :
Saya BERSYUKUR :
1. Untuk istri yang mengatakanmalam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain.
2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat perselingkuan.
3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan.
4. Untuk tagihan pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi.
5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami di kelilingi banyak teman.
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan.
7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras.
8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat.
9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yang membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup.
10.Untuk setiap permasalahan hidup yang saya hadapi, karena itu artinyaTuhan sedang membentuk dan menempa saya untuk menjadi lebih baik.
11 dst..Silahkan di isi sendiri ………
(sumber : email)
Diposting oleh
Tardjani
di
6:27 PM
0
komentar